Bahtera Jiwa

Bahtera Jiwa H.R. & Psychology Consultant

Iklan admin | 26 Apr 2010

Iklan BJ-Consultant di majalah Tumbuh Kembang edisi 26/III/April 2010

Dari BJ-Consultant admin | 10 Mar 2010

Wawancara dengan Ahli BJ-Consultant

Keterangan foto (dari kiri ke kanan): Wawancara Ibu Pauline dengan reporter majalah Tumbuh Kembang Bapak M. Sobari pada 7 Maret 2010; Wawancara live dengan Women Radio Jakarta pada 24 November 2009.

Setiap saat, BJ-Consultant siap melayani permintaan rekan-rekan media untuk melakukan wawancara. Silahkan menghubungi melalui e-mail bahterajiwa [at] yahoo [dot] com untuk pengaturan jadwal dan tema wawancara.  BJ-Consultant dapat melayani wawancara di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) atau karir, psikologi dan perkembangan atau pengasuhan anak. Wawancara pertama diharapkan reporter dapat bertemu langsung dulu, selanjutnya dapat melalui telepon atau e-mail.

Opini admin | 10 Dec 2009

Mengapa Memilih Sekolah Dengan Sistem Full Day?

Menyambung tulisan buah pena Yoice Pauline P., S.Psi.,CTEI sebelumnya di situs ini, Memilih Sekolah Untuk Anak, yang disarikan dari makalah seminar berjudul : Memilih Sekolah Ideal Si Buah Hati, saya tergerak untuk mengembangkan tulisan tersebut dengan menyoroti satu sisi tertentu, yaitu kecenderungan untuk memilih sekolah dengan sistem full day sebagai salah satu alternatif positif untuk pendidikan anak.

Belakangan ini, sekolah-sekolah dengan sistem full day school semakin banyak didirikan. Konon, karena tuntutan orang tua zaman sekarang yang menghendaki demikian. Semakin diminatilah sekolah serupa ini.

Sebagai seorang guru yang juga mengajar di sekolah semacam ini, saya mencoba sedikit menganalisa, apa sih kebaikan dari sekolah dengan sistem seperti ini? Secara umum, yang tentu saja masih perlu penelitian lebih jauh, beberapa data dan fakta saya temukan dalam perjalanan selama lebih dari 12 tahun malang melintang sebagai pengajar di sekolah dengan sistem full day ini.

Pertimbangan ini bisa ditujukan untuk Anda sebagai orang tua murid yang berencana untuk menyekolahkan putra-putrinya, atau bagi Anda yang berminat untuk membaktikan diri sebagai tenaga pendidik di sekolah seperti ini, khususnya sekolah Islam full day.

Jam kerja orang tua, pasangan suami-istri yang ketat dengan beban pekerjaan kantor mereka masing-masing, membuat mereka merasa harus menitipkan pendidikan anak-anak mereka pada sebuah lembaga terpercaya. Full day school menjadi pilihan dalam mengakomodir kondisi tersebut. Anak pulang di sore hari, tak lama sebelum kedatangan orang tuanya. Masih cukup waktu untuk membersihkan diri, dan bersiap menyambut ayah dan/atau ibu dari kantor.

Dalam struktur keluarga masa kini, keberadaan pembantu Rumah Tangga seperti menjadi sebuah keharusan. Tugas mereka bukan hanya sekedar memasak dan membersihkan rumah, mencuci dan menyeterika, tapi berkembang hingga merapikan peralatan sekolah anak dan membimbingnya belajar. Tapi akankah pembelajaran bersamanya akan optimal? Dengan latar belakang pendidikan maksimal SMA sekalipun, akankah PRT punya otoritas/kapabilitas untuk membimbing anak belajar dan beribadah? Ataukah tak berdaya pada kekuasaan dan keinginan si anak, dan membiarkannya menonton TV, bermain game komputer, atau mengakses internet ke dunia maya?

Saat kegiatan anak terpusat di sekolah, mulai pukul 7.30 hingga pukul 4 sore, semua aktivitas sarat dengan nilai pendidikan.

  • Mulai dari ikrar pagi, guru sudah memandu siswa untuk fokus pada satu kegiatan saja. Dilanjut dengan doa pagi untuk memulai kegiatan pada hari itu, menggugah kesadaran siswa untuk selalu memulai segala aktivitas dengan memohon izin Allah. Semoga berkah.
  • Pembelajaran tentu saja disisipi dengan muatan moral aplikatif, semisal belajar menghargai pendapat orang lain, menyimak dengan baik, meminta izin untuk meminjam alat tulis teman, hingga meminta izin untuk minum di tengah-tengah waktu belajar.
  • Istirahat pagi digunakan untuk makan camilan sehat, diiringi kemauan untuk berbagi kepada teman. Pada kesempatan ini pun guru dapat mengenalkan berbagai jenis makanan ringan sesuai dengan apa yang dimakan anak, mengingatkan siswa untuk membuang sampah pada tempatnya, hingga membersihkan remah-remah ataupun bungkus makanan kecil yang mereka bawa. Siswa belajar bertanggung jawab.
  • Sedangkan istirahat siang digunakan untuk rehat sejenak dari aktivitas rutin, untuk shalat dan makan siang. Guru memimpin doa, atau bahkan murid yang bergiliran memimpin doa dan menjadi imam. Sebuah pembelajaran mengenai sistem nilai ibadah yang sangat baik bersama aplikasinya sekaligus.

Kegiatan makan siang pun perlu dimanfaatkan untuk mengingatkan siswa agar mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan, berupa ketersediaan makanan yang beragam dalam menu makan siang yang tinggal mereka makan. Siswa belajar bertanggungjawab untuk menghabiskan makanan di piring mereka dan mengembalikan wadah makanan yang telah kosong ke dapur.

  • Menjelang pulang, aktivitas sekolah ditutup dengan shalat asar. Guru mengingatkan siswa untuk juga melaksanakan shalat di rumah (maghrib, isya dan subuh keesokan harinya). Sebelum shalat, guru dapat mengulang hafalan surat pendek yang diajarkan di sekolah, atau menceritakan kisah berhikmah. Selain memperkaya batin siswa, hal ini juga membuat guru terus memacu diri untuk mencari ilmu, baik untuk materi cerita maupun metode bercerita. Bukankah ini akan jadi keuntungan bagi banyak pihak?

Jika sudah sedemikian banyak keuntungan yang ditawarkan pihak sekolah dengan sistem full day, pertimbangan apa lagi yang Anda pikirkan? Segera daftarkan putra-putri Anda di salah satu sekolah serupa. Investasi Anda dalam menyekolahkan putra-putri akan terbayar lunas, bahkan berpeluang hadiah/bonus ketika putra/putri Anda menjadi anak-anak shalih dan shalihat yang masih terus mendoakan Anda bahkan ketika Anda telah tiada sekalipun. Bukankah doa dari anak yang shalih akan terus mengalirkan pahala kepada orang tua yang telah mendidiknya?

Diah Utami L., S.Sn.

[Penulis adalah guru sebuah sekolah Islam di Bandung. Tulisan ini dibuat dalam kapasitas pribadi untuk mengikuti sayembara penulisan opini parenting BJ-Consultant. Juri memutuskan tulisan ini memenangkan satu tiket kelas Gold dan yang bersangkutan telah menghadiri seminar parenting bersama Nanny 911 pada hari Sabtu, 5 Desember 2009 lalu. Isi dari tulisan sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis dan tidak mencerminkan kebijakan BJ-Consultant dalam hal pendidikan dan pengasuhan anak]

Berita Aktivitas admin | 07 Dec 2009

BJ-Consultant di event NANNY 911

Keterangan foto dari kiri ke kanan: Publikasi di website Ticket Station yg mencantumkan logo BJ-Consultant (dilingkari merah); Ibu Pauline,S.Psi.,CTEI.-General Manager BJ-Consultant; Suasana di ruangan seminar saat Ibu Pauline bicara.

Pada tanggal 19 Desember 2009, Ibu Pauline, S.Psi.,CTEI selaku General Manager BJ-Consultant mendapatkan kehormatan diundang oleh Ticket Station yang dipimpin oleh Bapak Sudjadi melalui rekomendasi Bapak Andrew untuk menjadi pembicara pendamping Nanny Stella dari NANNY 911. Ticket Station selaku Event Organizer mendatangkan langsung Nanny Stella dari Amerika Serikat.

Tip & Trik admin | 04 Dec 2009

The 11 Commandments of Nanny 911

  1. BE CONSIST: No means no.  Yes means yes.
  2. ACTIONS HAVE CONSEQUENCES: Good behaviour is rewarded. Bad behaviour comes with penalties.
  3. SAY WHAT YOU MEAN AND MEAN IT: Think before you speak – or you’ll pay the price.
  4. PARENTS WORK TOGETHER AS A TEAM: If you can’t be on the same page, your children are not going to know who to listen to – and they’ll end up not listening to anyone.
  5. DON’T MAKE PROMISES YOU CAN’T KEEP:If you tell the kids you’re going to Disney land, better get ready to pack your bag.
  6. LISTEN TO YOUR CHILDREN: Acknowledge their feelings.  Say “I understand” and “I am listening” – then take the time to understand and take the time to listen.
  7. ESTABLISH A ROUTINE: Routines make children feel safe and give structure to their time.
  8. RESPECT IS A TWO-WAY STREET: If you don’t respect your children, they are not going to respect you.
  9. POSITIVE REINFORCEMENT WORKS MUCH BETTER THAN NEGATIVE REINFORCEMENT: Praise, pleasure, and pride accomplish far more than nagging, negatives, and nay-saying.
  10. MANNERS ARE UNIVERSAL: Good behaviour goes everywhere.
  11. DEFINE YOUR ROLES AS PARENTS: It is your job to keep your children attached to you. It’s your job to prepare them for the outside world – and let them be who they are.

Uncategorized admin | 01 Dec 2009

Mau Tiket Gratis? Ikuti Sayembara Menulis Opini Parenting!

Minat hadir di Seminar Parenting terbesar di Indonesia? Ingin ketemu Nanny Stella dari NANNY 911 yang selama ini cuma bisa dilihat di televisi? Punya bakat menulis dan ingin hadir GRATIS? Ikuti saja sayembara menulis opini parenting BJ-Consultant.

Syaratnya:

  • Tema tulisan tentang bidang psikologi, pengembangan Sumber Daya Manusia atau pengasuhan anak (parenting). Opini bertemakan parenting akan mendapatkan nilai tambah.
  • Panjang tulisan minimal 2 halaman dengan spasi 1 pada kertas berukuran A 4, huruf Times New Roman pt. 12.
  • Penulis boleh siapa saja, tidak dibatasi usia dan pekerjaan.
  • Tulisan dikirim dalam bentuk file MS. Word, tidak dikompres, ke alamat: bahterajiwa [at] yahoo [dot] com, cantumkan tulisan “Sayembara NANNY 911″ sebagai judul subyek.
  • Cantumkan identitas lengkap penulis dalam e-mail, termasuk nomor telepon yang mudah dihubungi.
  • Tulisan dikirim paling lambat tanggal 3 Desember 2009 jam 18.00 WIB, pemenang akan diberitahukan tanggal 4 Desember 2009 melalui e-mail dan telepon.

HADIAH PEMENANG

Masing-masing 1 tiket kelas Gold senilai Rp 850.000,00 untuk menghadiri Seminar Parenting bersama NANNY 911 untuk dua orang pemenang. Transportasi ke dan dari tempat acara ditanggung oleh pemenang sendiri.


Iklan admin | 01 Dec 2009

HADIRILAH!!! SEMINAR PARENTING TERBESAR DI INDONESIA!

BJ-Consultant dengan bangga menginformasikan bahwasanya General Manager kami Ibu Pauline, S.Psi.,CTEI mendapatkan kehormatan diundang oleh Ticket Station untuk menjadi Pembicara Pendamping dalam:

THE BIGGEST PARENTING SEMINAR IN INDONESIA

“HELPING FAMILIES ACHIEVE THEIR FULL POTENTIAL”

bersama NANNY STELLA (dari acara TV “NANNY-911″)

yang akan diadakan dalam dua sesi:

  1. Seminar 1 (How to Communicate with Your Children): The First 5 of 11 Commandments. (09.00-12.00 WIB).
  2. Seminar 2 (Working Parent vs Full Time Nanny): The Last 6 of 11 Commandments. (14.00-17.00 WIB).

Pauline S.Psi.,CTEI dari Bahtera Jiwa H.R. & Psychology Consultant akan mendampingi Dr. Seto Mulyadi (kak Seto) dalam mengimplementasikan pola pengasuhan anak ke dalam cara hidup Indonesia. Acara ini diadakan pada:

  • Hari, tanggal : Sabtu, 5 Desember 2009
  • Waktu:  09.00-12.00 WIB (Sesi I); 14.00-17.00 WIB (Sesi II).
  • Tempat: JITEC – Mangga Dua Square, Jakarta

AYO HADIRI EVENT DAHSYAT INI !!!

(keterangan lebih lengkap silahkan klik: http://www.my-ticketstation.com)

Berita Aktivitas admin | 23 Nov 2009

BJ-Consultant Menjadi Pembicara di Maternity & Baby Expo 2009

Keterangan foto: (searah jarum jam dari kiri atas): Suasana panggung; Ibu Pauline sedang menerangkan dengan semangat; Pembicara turun panggung untuk berinteraksi dengan peserta.

BJ-Consultant direkomendasikan oleh Bapak Bambang Triyono selaku Wakil Pemimpin Redaksi majalah Tumbuh Kembang yang membuka stand di acara “Indonesia Maternity & Baby Expo 2009″ untuk mengisi acara di panggung utama. Acara tersebut berlangsung di Jakarta Convention Centre pada tanggal 20-22 November 2009. Tampil sebagai pembicara tunggal adalah Ibu Pauline, S.Psi.,CTEI yang membawakan tema “Cara Efektif Menegur Anak”. Dalam kesempatan tersebut peserta yang kebanyakan orangtua tidak melewatkan kesempatan ‘curcol’ alias curahan hati colongan mengkonsultasikan problema pengasuhan anaknya.

Artikel Media admin | 16 Nov 2009

Ketika Lembur Jadi Rutinitas

Bekerja melebihi 8 jam terkadang tak dapat dihindarkan, tetapi ketika lembur sudah menjadi rutinitas, jelas ada yang perlu diwaspadai.

Ketika lembur hingga malam, kerja jauh melampaui jam kerja normal, menjadi rutinitas, keseimbangan hidup akan terganggu. Efek buruknya tak hanya berpengaruh pada kualitas hidup si pekerja, tapi juga perusahaan.

“Umumnya para pekerja lembur karena beban kerja yang tinggi dan berat. Penyebabnya menejemen waktu dan menejemen kerja yang dimiliki pekerja tidak sesuai dengan perusahaan,” ungkap Pauline S.Psi, CTEI dari Bahtera Jiwa Human Resources and Psychology Consultant.

Pauline mengungkapkan tak sedikit pekerja yang kehilangan waktu untuk diri sendiri dan keluarganya. Urusan kantor telah mendominasi seluruh keseharian aktivitasnya.

Kuncinya, ketika waktu dan tenaga menjadi aset yang sangat berharga, para pekerja harus membuat pola perencanaan kerja yang matang. Mereka mesti manganggap waktu luang untuk bersantai sama pentingnya dengan upaya mereka mengejar karier.

Lembur umumnya dipicu oleh manajemen kerja yang tak ditangani secara benar. Solusinya, para pekerja harus mengenali mekanisme kerja di perusahaannya.

“Ketika seorang pekerja telah selesai melakukan kewajibannya, mereka justru mengerjakan tugas atasan atau bawahannya,” tambah Pauline.

Padahal, kata Pauline, lembur yang menjadi rutinitas bisa mempengaruhi daya tahan tubuh, kondisi fisik tak terjaga, berada terus menerus diruangan ber-AC berisiko dehidrasi. Duduk menghadapi komputer terlalu lama akan membuat mata cepat rusak karena radiasi.

Perhitungan Lembur

Kompensasi yang diberikan perusahaan terhadap para pekerja yang lembur berbeda bahkan ada yang tidak dibayar. Tapi itu kalau posisi dari jabatan orang tersebut di atas staf. Formula umum untuk perhitungan lembur menurut aturan pemerintah berdasarkan UU 13/ 2003 pasal 94 jo Kepmen 102/ 2004 Pasal 10 Ayat 1, yaitu 1 jam lembur dihitung upah dari 1/173 x upah 1 bulan. Jadi kalau upah pokok Rp.750 ribu dan tunjangan tetap Rp.250 ribu, nilai lembur sejam adalah Rp.1 juta/173.

Namun, ada juga peraturan lain yang digunakan, yaitu apabila upah pokok Rp.1 juta dan tidak ada tunjangan atau tambahan yang lain, nilai lembur sejam Rp.1 juta/173.

Selain itu ada beberapa perusahaan yang memiliki aturan upah pokok Rp.750 ribu, tunjangan tetap Rp.250 ribu dan tunjangan tidak tetap / transport @ Rp.10 ribu x 26 hari = Rp.260 ribu, niali lembur per jam adalah Rp.1.260 ribu x 75%/173. hal itu beradasar pada UU 13/2003 Pasal 94 jo Kepmen 102/2004 Pasal 10 Ayat 2.

“Di tempat saya bekerja sekarang sebagai External Auditor, tidak ada jam khusus dalam bekerja, biasanya office hour selama 8 jam, lebih dari 10 jam dihitung lembur. Lembur itu dilakukan kalau permintaan dari klien untuk proses data audit harus diselesaikan hari itu juga dan load kerja yang banyak. Kalau untuk bayarannya perjam itu hanya Rp.7.500,” kata Guruh lulusan Perbanas ini.

Lain halnya dengan Wachyuyang berprofesi sebagai CSO di sebuah Bank swasta. Ia mengatakan bahwa di tempatnya bekerja wanita itu tidak ada waktu lembur.

Hanya pria yang lembur. Bayaranya Rp.9.000/jamlembur itu dilakukan karena permintaan pelanggan yang menelpon secara terus menerus belum lagi ketika waktu shifting telah selesai harus membuat rekapitulasi.

Insentif diciptakn memang untuk mendongkrak kinerja, tapi terkadang efek negatif insentif akan cukup mengganggu etos dan kesinambungan kerja.

Ketika objektivitas pembagian insentif tidak dapat terjaga, tentunya akan menimbulkan gejolak dalam lingkup kantor tersebut.

(*/M-5). Adam. Media Indonesia. Minggu, 15 November 2009.

Artikel Media admin | 16 Nov 2009

Agar Tidak Terjebak Perangkap Lembur

  • Membuat pola perencanaan manajemen waktu dan kerja. Pekerja harus mengenali hal-hal yang dituntut perusahaan, lakukan adaptasi dengan peraturan yang telah ada, seperti waktu bertemu dengan klien dan meeting perusahaan. Sesudah itu, sesuaikan dengan kapasitas personaldan buatlah perencanaan yang baik.
  • Jangan pernah menunda pekerjaan dan cobalah mengerjakannya dengan sistem multitugas. Dengan cara itu, dengan cara itu anda bisa mengerjakan dua atau tiga tugas sekaligus sehingga dapat menghemat waktu. Selesaikan pekerjaan yang menjadi kewajiban agar tidak terbebani tugas baru.
  • Ciptakan suasana kerja yang asik dan nyaman. Pekerja yang merasa nyaman dengan pekerjaannya lebih cepat mengerjakan tugas-tugasnya tepat waktu. Ciptakan suasana nyaman diruang kerja, meja, dan tentunya interaksi antar rekan. Membangun komunikasi empatik itu penting. Seperti saling menanyakan kabar baru, menjaga senyuman, dan sapaan-sapaan ramah lainnya. Humor tetap diperlukan asal tak berlebihan. Tawa akan membuat suasana cair, tak hanya di level bawah, jajaran pimpinan pun mestinya juga berupaya menciptakan relasi personal yang menyenangkan di kantor.
  • Berkonsentrasi pada pekerjaan. Kurangi hal-hal yang bisa mangalihkan perhatian, seperti ngobrol atau bergosip dengan rekan kerja terlalu lama, baik langsung, via telepon, chatting atau  Blackberry Messenger. Jauhkan katalog dan bahan bacaan pribadi dari wilayah kerja. Untuk hal-hal seperti itu, tentukan waktu setelah jam kerja usai.
  • Gunakan teknologi secara bijak. Misalnya, gunakan telepon dan internet seperlunya, apalagi jika pekerjaan anda sedang menumpuk. Manfaatkan teknologi tersebut untuk mempercepat  selesainya tugas-tugas anda, bukan untuk bergosip.

Dengan mengoptimalkan waktu kerja, Anda tak hanya menjadi efisien, tapi juga lebih produktif. Makin tertatanya kehidupan kerja, waktu dikantor tak perlu lagi menyerobot kehidupan pribadi. Karyawan yang pitar mengelola pekerjaan dan waktu buat karier juga kehidupan personal, tentunya juga akan makin sehat dan cermat!

(*/M-5). Media Indonesia. Minggu, 15 November 2009.

Older Entries »